Kamis, 31 Oktober 2024

Park Ji Sung


 THREELUNG

Park Ji-Sung adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Korea Selatan yang berposisi sebagai gelandang. Dia kerap dijuluki si tiga paru paru. Lahir di ibu kota Korea Selatan, Seoul, Park merupakan salah satu pemain Asia paling sukses dalam sejarah sepak bola, Jauh sebelum Son Heung-min menjadi representasi pemain Asia yang mumpuni di Premier League, ada sosok lain lain asal Korea Selatan yang lebih dulu menancapkan kaki di Negeri Ratu Elizabeth. Sosok yang dimaksud adalah Park Ji-Sung

Park bukan sekadar numpang lewat di Premier League. Sang pemain berhasil mengukir cerita dan prestasi manis bersama Manchester United. dengan meraih 19 trofi selama karirnya. Ia menjadi pemain Asia pertama yang berhasil memenangkan Liga Champions UEFA, bermain dalam final Liga Champions UEFA, serta menjadi pemain Asia pertama yang memenangkan Piala Dunia Klub FIFA. Park mampu bermain di berbagai posisi di lini tengah dan dikenal karena kebugarannya yang luar biasa, disiplin, etos kerja, dan pergerakan tanpa bola yang baik. Tingkat daya tahannya yang luar biasa membuatnya mendapat julukan "Three-Lung" Park.

Karier sepak bola Park dimulai di Korea Selatan dan bermain untuk tim Universitas Myongji sebelum pindah ke Jepang untuk bermain bersama Kyoto Purple Sanga. Setelah manajer timnas Korea Selatan, Guus Hiddink, kembali ke Belanda untuk melatih PSV Eindhoven, Park mengikutinya ke klub Belanda tersebut setahun kemudian. Setelah PSV mencapai semifinal Liga Champions UEFA musim 2004-2005, kemampuan Park diperhatikan oleh manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, dan ia pun bergabung dengan United dengan biaya sekitar £4 juta pada Juli 2005. Selama bermain di United, Park berhasil meraih empat gelar Liga Premier, Liga Champions UEFA musim 2007-2008, dan Piala Dunia Klub FIFA 2008. Ia pindah ke Queens Park Rangers pada Juli 2012 setelah jumlah penampilannya berkurang di musim sebelumnya. Namun, musim yang terganggu cedera bersama QPR, ditambah dengan degradasi klub, membuat Park kembali ke PSV dengan status pinjaman untuk musim 2013-2014.

Sebagai anggota timnas Korea Selatan, Park berhasil meraih 100 caps dan mencetak 13 gol. Ia menjadi bagian dari tim yang finis di peringkat keempat pada Piala Dunia FIFA 2002, dan juga mewakili negaranya pada Piala Dunia FIFA 2006 dan 2010. Di Piala Dunia, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik sebanyak empat kali, jumlah terbanyak di antara pemain Asia lainnya, dan saat ini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Korea Selatan di Piala Dunia dengan tiga gol, menyamai rekor Ahn Jung-hwan dan Son Heung-min, dengan mencetak gol dalam tiga turnamen berturut-turut.

Mengenai kehidupan awal, Park lahir di Seoul, namun keluarganya mendaftarkan kelahirannya di Goheung, Jeonnam, kampung halaman ayahnya. Ia kemudian pindah ke Suwon, sebuah kota satelit Seoul, dan menghabiskan masa remajanya di sana. Park mulai bermain sepak bola pada tahun keempat sekolah dasar. Ia mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Anyong dan Sekolah Menengah Teknik Suwon. Saat bersekolah, Park menarik perhatian sebagai salah satu bakat muda paling menjanjikan di Korea Selatan dan mendapatkan perhatian dari beberapa klub. Ia terkenal karena kerja kerasnya yang luar biasa, dribbling yang memukau, dan umpan-umpan akurat. Namun, tubuh kecilnya menjadi kelemahan setelah ia masuk sekolah menengah. Ayahnya, Park Sung-jong, berhenti dari pekerjaannya dan membuka toko daging untuk mewujudkan impian putranya. Sung-jong tidak hanya memberikan makanan daging kepada Park, tetapi juga katak, tanduk rusa, dan darah rusa, dengan keyakinan bahwa hal itu akan meningkatkan kemampuan fisiknya. Saat bersekolah menengah, Park membantu tim sepak bola sekolahnya meraih kemenangan dalam kompetisi sepak bola di Festival Olahraga Nasional Korea pada tahun 1998, meskipun pada saat itu ia ditolak oleh beberapa klub profesional dan universitas karena postur tubuhnya yang kecil. Akhirnya, ia bermain untuk Universitas Myongji setelah pelatih sekolah menengahnya, Lee Hak-jong, sangat merekomendasikannya kepada Kim Hee-tae, pelatih universitas tersebut. Park awalnya bergabung dengan klub tenis universitas karena klub sepak bola sudah penuh, sehingga Kim meminta bantuan pelatih tenis. Sejak liburan musim dingin tahun ke-2 sekolah menengahnya, Park mulai berlatih dengan tim universitasnya sebagai calon anggota. Beberapa minggu kemudian, pada Januari 1999, tim universitasnya diberi kesempatan untuk berlatih bersama tim Olimpiade Korea Selatan. Setelah penampilan yang gemilang, ia menarik perhatian Huh Jung-moo, pelatih timnas Korea Selatan.

Kamis, 10 Oktober 2024

Kisah Cristiano Ronaldo

TUJUAN BLOG

 KISAH HIDUP SEORANG MEGA BINTANG CRISTIANO RONALDO

Bagi Cristiano Ronaldo semua bermula di Santo Antonio, sebuah daerah terpencil di pegunungan Funchal, Madeira, Portugal.

Ronaldo lahir pada 5 Februari 1985, bungsu dari empat bersaudara - dua wanita dan dua laki-laki. Ibunya adalah Maria Dolores dos Santos Aveiro, juru masak dan ayahnya adalah Jose Dinis Aveiro, seorang tukang kebun. Mereka harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Jose adalah sosok yang mengenalkan sepakbola pada Cristiano. Menjadi kitman di klub lokal Andorinha, dia membuka jalan bagi anaknya untuk menjadi pesepakbola nomor satu, wajahnya dikenal seluruh dunia yang mewakili kepercayaan diri, determinasi, kegigihan, kekuatan dan kualitas.

Karier sepakbola Cristiano membawanya dari Andorinha ke Nacional lalu ke pulau utama bersama Sporting CP, setelah tiga hari bekerja keras di masa trial, dia dikontrak pada usia 12.

"Saat kecil Ronaldo tidak berbeda dengan anak-anak lainnya," tutur Fernao Barros Sousa kepada Goal, wali Cristiano yang menjadi kunci kepindahannya ke Nacional. "Tetapi dia punya sesuatu yang membuatnya berbeda, yaitu sering bermain bola. Bahkan ketika masih sangat muda. Saat anak-anak lain belajar, dia mengenyampingkan itu untuk bermain bola."

Saat berada di Lisbon, kegigihan Ronaldo mendapat ujian lagi. Ibu kota terbukti sebuah tempat yang keras bagi seorang anak yang terlihat kurus itu, hingga dia sering diragukan.Joao Marques de Freitas, seorang socio Sporting yang punya peran atas kepindahan Ronaldo ke ibu kota menjelaskan: "Sulit bagi Ronaldo beradaptasi di Lisbon karena dari gaya bahasa saja orang-orang Madeira sudah berbeda. Cristiano juga punya masalah di sekolah, mereka sering mentertawakannya namun dia melawan. Ada satu momen Ronaldo ingin pergi, tetapi beruntung dia bertahan. Situasinya memang buruk."

Hingga pada akhirnya Ronaldo benar-benar nyaris berhenti, dia tidak bahagia dan kembali ke Madeira. Beruntung komunikasi dengan Barros Sousa berhasil menghilangkan segala keraguan dan dia naik pesawat lagi ke pulau utama untuk merajut cerita legendaris.



Ronaldo berbeda karena dia bekerja sangat keras, bukan hanya di sesi latihan Tetapi di pertandingan juga wajar jika sukses memang tidak datang dengan sendirinya. Bahkan saat masih muda, etos kerja Ronaldo tidak tertandingi seperti yang diungkap mantan rekan setimnya Christopher Pilar: "Ronya. Dia menambah latihan setidaknya setengah jam di area yang selama ini kurang dikuasai."

"Caranya berlatih, memotivasi rekan satu tim, mengoreksi mereka, keinginan menang dan memberi kesan, jauh di atas rata-rata."

"Kami semua ingin bermain dan menyenangkan orang tua. Tetapi tidak bagi Ronaldo - impiannya tidak berhenti di situ, dia ingin membuat semua orang yang melihatnya merasa senang."

Cristiano kemudian menikmati kegemilangan selama satu musim bersama Sporting sebelum hijrah ke klub terbesar di dunia, Manchester United.

Di usia 18, dia belum melakukan apa-apa namun mendapat jersey ikonik nomor 7, yang sebelumnya digunakan oleh pemain-pemain hebat seperti George Best, Eric Cantona dan David Beckham.

"Hanya sedikit pemain yang dianggap sebagai George Best baru tetapi untuk pertama kali, ini terasa bagai sebuah pujian," tutur Best, figur ikonik si Setan Merah pada 2004.

Langsung berhadapan dengan ekspektasi setinggi langit, orang biasa dipastikan bakal kesulitan tetapi bagi Cristiano muda hal tersebut adalah motivasi ekstra.

"Saya langsung dihadapkan pada kehormatan besar," kata Cristiano pada 2007.

Wayne Rooney memuji kepercayaan diri mantan rekan timnya ini dalam autobiografi: "Jika ada orang yang punya kepercayaan diri lebih besar dari Ronaldo, saya belum pernah menemukannya. Dia bukan pemalu."

Di kamar ganti Cristiano sering diejek soal keinginannya menjadi pemain terbaik seperti yang dijelaskan oleh legenda Inggris tersebut: "Dia mengatakan pada kami ingin menjadi pemain terbaik dunia, dia sangat ingin menjadi yang terbaik. Ambisi Ronnie bukan omong kosong."



"Di kamar ganti sebelum musim 2006/07, saya melihat ada yang berbeda. Ronaldo lebih besar. Dia kembali dari Piala Dunia di Jerman dengan tubuh yang lebih berotot, sepertinya dia menambah berat badan di sepanjang musim panas."

Setelah digosipkan selama setahun bakal merapat ke Bernabeu, keinginan Cristiano akhirnya tercapai dengan menyambar predikat pemain termahal di dunia dengan banderol transfer €94 juta. Ketika diperkenalkan oleh klub pada fans, 80.000 orang memadati stadion.

Hanya yang terbaik yang sanggup menghadapi tekanan besar bermain untuk tim besar seperti ini dengan mahar transfer selangit, namun Cristiano berhasil membuktikan diri memang pantas meraih status superstar yang melewati batas-batas olahraga.

Tentu saja kemasyhuran Cristiano ini ditandai oleh pencapaian-pencapaian hebat di atas lapangan, dia berhasil mempertahankan kemampuan top dan selalu gemilang di momen-momen terbesar, seperti Clasico melawan Barcelona atau mengambil tendangan penalti penting di final Liga Champions kontra Atletico Madrid. Ketika Real membutuhkan Ronaldo, Ronaldo memberi jawaban.

bahkan mereformasi diri sendiri, berganti posisi lebih ke dalam menjadi penyerang tengah dengan kualitas luar biasa dan menjadi pencetak gol terbanyak sepaRonaldo njang sejarah klub melewati torehan legenda seperti Ferenc Puskas, Alfredo Di Stefano dan Raul.

Di tengah-tengah atmosfer hebat di Madrid yang bisa membuat pemain-pemain legendaris hancur karena tekanan, Cristiano justru menjulang dengan menciptakan standar emas yang harus diburu oleh pemain lainnya. Sebagai tambahan dari empat Ballon d'Or lainnya, Ronaldo menyambar sederet trofi bergengsi termasuk empat Liga Champions, tiga di antaranya didapatkan secara beruntun, sebelum mengambil pilihan bergabung ke Juventus demi sebuah tantangan baru pada musim panas 2018.

Di Turin Cristiano berhadapan dengan kritik yang menyebutnya sudah terlalu tua untuk dihargai €100 juta. Tiga gol dari tujuh pertandingan Serie A masuk ke kategori awal yang lambat - berdasar pada standar istimewa Ronaldo - tetapi dia kemudian membungkam peragu dengan gaya istimewa yang melontarkan Juventus ke babak perempat-final Liga Champions.


Lagi, dia membuktikan diri mampu bermain maksimal ketika berada di situasi tidak menguntungkan bahkan mustahil, mencetak hat-trick di babak 16 besar untuk membawa Juventus melewati rintangan keras dari Atletico Madrid dengan skor agregat 3-2.

Ajax mungkin memang terlalu kuat bagi tim Italia ini, tetapi Ronaldo tetap memberi kontribusi gol saat si Nyonya Tua kalah tipis dan kemudian membantu tim menyegel Scudetto lainnya.

Dia memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarah dengan menjadi kapten dan merajai kompetisi baru UEFA itu berada di depan mata - sebagai insentif, Ronaldo bisa melakukannya di rumah sendiri.

Sekarang kesempatan untuk menciptakan sejarah dengan menjadi kapten dan merajai kompetisi baru UEFA itu berada di depan mata - sebagai insentif, Ronaldo bisa melakukannya di rumah sendiri.


Euro 2004 adalah kekecewaan untuk Cristiano dan Portugal karena kalah dari Yunani di final, namun di luar prediksi kebanyakan orang dia dan rekan setimnya terus berusaha hingga meraih sukses di Prancis 12 tahun kemudian.

Di kampanye internasional sekarang, bintang berusia 34 tersebut akan mencoba menghadirkan kegembiraan lainnya untuk Portugal pada musim panas ini. Swiss sudah mencoba menghalangi jalan mereka ke final namun gagal, mereka dihancurkan hat-trick Cristiano hingga terjungkal 3-1 di Porto.

Belanda kemudian datang sebagai tantangan Portugal berikutnya, dan Cristiano memainkan performa pemimpin untuk membantu negaranya meraih gelar mayor lagi dengan Portugal menjadi juara perdana UEFA Nations League.

Di sepanjang kariernya yang melegenda, Cristiano selalu memberi bukti sanggup memutar prediksi, membuatnya menjadi contoh bagi siapapun yang ingin memiliki kualitas tinggi. Kerja keras, dedikasi, kepercayaan diri besar adalah kendaraan yang mengangkat Ronaldo ke status abadi di permainan yang dia cintai.



Park Ji Sung

 THREELUNG Park Ji-Sung adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Korea Selatan yang berposisi sebagai gelandang. Dia kerap dijuluki ...